Believe

Morra Quatro

You are here: Home - Uncategorized - Believe


Believe

Believe Kalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku dan bulan yang menerangi selama tidur malamku Tak bos

  • Title: Believe
  • Author: Morra Quatro
  • ISBN: 9797805263
  • Page: 311
  • Format: Mass Market Paperback
  • Kalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat, harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku, dan bulan yang menerangi selama tidur malamku Tak bosan aku merapalmu dalam doa doaku, berusaha mengetuk hati Tuhan supaya berbaik hati mengirimkanmu untukku Tak perlulah kamu tahu berapa banyak air mata yang membasahi bantalKalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat, harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku, dan bulan yang menerangi selama tidur malamku Tak bosan aku merapalmu dalam doa doaku, berusaha mengetuk hati Tuhan supaya berbaik hati mengirimkanmu untukku Tak perlulah kamu tahu berapa banyak air mata yang membasahi bantal saat khayalku terbawa dalam kenangan tentangmu Dan, aku pun tak ingin kamu ikut sedih ketika tahu betapa dinginnya hari hari tanpa senyummu Jadi, beri tahu aku, kapan kau akan kembali Atau, haruskah aku lagi lagi mengganggu Tuhan sampai Dia mengabulkan permintaanku

    • Free Download [Travel Book] Û Believe - by Morra Quatro Ü
      311 Morra Quatro
    • thumbnail Title: Free Download [Travel Book] Û Believe - by Morra Quatro Ü
      Posted by:Morra Quatro
      Published :2019-03-24T16:55:08+00:00

    One thought on “Believe

    1. Winna on said:

      Sejujurnya, kalau dibandingkan dengan Forgiven, saya lebih suka dengan novel Morra yang pertama. Tapi, tetap saja bukunya yang kedua tidak kehilangan ciri khas sang penulis yang sulit saya jelaskan tapi memang sangat istimewa.Buku ini bukan hanya bercerita tentang Langit dan Biru, tapi juga orang-orang di sekitar mereka. Ini adalah hal paling menarik sekaligus kritik terbesar saya mengenai buku ini. Cerita mengenai Rein, Rara, Wolf, Faris, Jasmine, Attar, Aziz, Zie dan belasan orang lainnya di b [...]

    2. Tsaki on said:

      Sebenarnya sih 2.5 bintang.Gue biasanya suka tulisan-tulisan penulis. Tapi kok di Believe ini agak gimana ya Premisnya appealing banget lho, soal seseorang yang kepingin ngumpulin empat puluh amin. Kutipan-kutipannya juga juara.Tapi kayaknya ini satu-satunya tulisan Morra Quatro yang bener-bener bukan selera gue aja.Yah, menunggu novel yang lebih cetar daripada What If deh :-)

    3. Dian Maya on said:

      Satu pesan sebelum baca buku ini:Cari tempat yang sepi. You’ve to be alone.Karena membaca buku ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi :DSetelah baca Forgiven kemarin, saya dibuat jatuh cinta & benci sama William Hakim pada saat yang bersamaan. Saya kemudian jatuh hati sama Morra Quatro. Si penulis, mbak Morra ini, pinter sekali memainkan emosi pembaca melalui karakter tokoh-tokoh yang dia ciptakan. Begitupun dengan tokoh Layla & Langit di novel Believe ini.Well, dibanding Forgiven yan [...]

    4. Alvina on said:

      Pernah merasa jatuh cinta? Pasti rasanya kaya iklan permen itu, apa namanya?Hmm yang punya tagline berjuta rasanya.Lalu pernahkah saat jatuh cinta, kamu dipisahkan oleh jarak?Gimana rasanya? Pasti berat ya kalau harus setia? Atau kamu tipe lainnya, yang selalu setia meski jarak memisahkan?Tema itu yang diangkat penulis di buku ’Believe’ ini.Tentang Langit yang harus melanjutkan kuliah di Kairo dan harus meninggalkan Layla, kekasihnya di Indonesia. Biru, begitu biasa Langit emanggil gadis itu [...]

    5. Fenny Wong on said:

      Selengkapnya, baca di: fennywongjournal/2Si laki-laki bernama Langit, berasal dari keluarga yang kental nilai agamanya. Si perempuan bernama Layla --- sering dipanggil Biru oleh kekasihnya, karena langit berwarna biru --- adalah anak dari profesor Statistika. Walaupun Langit bercita-cita menjadi sutradara, tapi keluarganya mengirimnya ke Kairo untuk belajar Islam. Maka, Langit dan Biru pun terpisah jarak. Mereka menilik orang-orang di sekeliling mereka, memetik inti sari kehidupan, dan belajar t [...]

    6. miaaa on said:

      Kisah cinta selalu bisa menjadi inspirasi entah apa pun bentuk karyanya. Dan tak akan lekang oleh waktu. Morra meramu kembali kekuatan magisnya, menciptakan sebuah karya indah yang sarat dengan pesan dan perasaan.Tapi aku merindukan William. Di setiap lembar entah saat Biru atau Langit yang berkisah, aku terus mencari sosok William Hakim. Saat Biru atau Langit menyebutkan nama, aku berharap menemukan sosok William di sana, walau hanya sekilas. Tapi William tidak ada di mana pun.Tidak salah rasan [...]

    7. Dinur Aisha on said:

      seperti membaca kumpulan cerpen yang dinarasikan sang dua tokoh utama, tanpa melupakan chemistry antara mereka sendiri. i love it. tentang orang-orang yg begitu percaya dengan cinta. saya jadi penasaran terus tiap sampe di akhir bab, kisah siapa dan tentang apa lagi setelah ini?saya nggak masalah dengan dua pemeran utama yang mendongeng bukan tentang diri mereka sendiri, karena sebenarnya Langit dan Layla hanya sedang bercerita pada satu sama lain. both are telling stories of those around them, [...]

    8. Sulis Peri Hutan on said:

      "Kalau, kalau doa kepada Tuhan itu diamini dengan tulus oleh empat puluh orang saja, insyaAllah akan diijabahkan kan? Karena itu orang mengadakan istigasah, kan berdoa bersama-sama? "Semakin banyak amin untuk sebuah doa, semakin besar kemungkinan doa itu terkabul, kan? "Tuhan mengabulkan doa just when He feels like it, Biru, you know what i mean. Ada doa-doa yang pasti terkabul, memang, seperti doa para mujahid atau doa orang yang teraniaya. Empat puluh memang angka yang istimewa Tapi, kamu tahu [...]

    9. Gita Ganesha on said:

      Membaca buku ini rasanya nyesek, tapi juga terasa tenang. Nyesek karena sebagian cerita di buku ini mengambil setting di Jogja, dan kebetulan juga tempat-tempat itu adalah tempat yang ku datangi berama si guide. Galau to the max lah. Lalu ada juga setting di Bangka, hmmm. Tenang, karena ada begitu banyak doa yang diselipkan dalam buku ini.Tokoh utama dalam buku ini adalah Langit dan Layla yang lebih sering dipanggil biru. Langit biru. Cinta mereka terhalang restu orang tua, begitu yang diceritak [...]

    10. Delviyana on said:

      3.5 / 5Ini kali pertama aku membaca karya mbak Morra Quoatro. Well, first impression aku langsung suka dengan writing style-nya. Manis dan deskripsinya sangat detail. Tidak jarang aku akan larut dalam kisah pada buku ini, dan ikut merasakan bagaimana perasaan tokoh-tokohnya.Membaca buku ini seperti membaca kumcer. Tiap bab pembaca akan mendapati kisah yang berbeda yang berhubungan dengan dua tokoh utama-Langit dan Biru. Oh, talk about that names, aku sangat suka cerita di balik kedua nama itu. A [...]

    11. Tyas Pramudita Viandari on said:

      Novel yang manis dengan caranya sendiri :)Love it

    12. Deta NF on said:

      Akhirnya kesampaian juga baca buku Believe setelah sebelumnya tuntas membaca Forgiven dan Notasi. Dan lagi-lagi, Morra mengeluarkan novel yang judulnya hanya terdiri dari satu kata tetapi saya suka, sederhana namun mewakili isi cerita secara keseluruhan.Pertama, saya ingin bercerita sedikit. Saya pernah berbincang dengan rekan jauh saya di media sosial. Kami membahas mengenai novel Morra Quatro. Pada saat itu saya belum membaca Believe dan menanyakan pendapatnya mengenai Believe. Ia bilang, dari [...]

    13. Rizky on said:

      Pernahkah kamu merasakan kerinduan yang begitu dalam kepada seseorang? Pernahkah kamu begitu ingin bertemu, namun jarak begitu jauh membentang? Sanggupkah kamu bertahan dan menjaga komitmen dalam suatu hubungan jarak jauh? Apakah percaya saja cukup untuk menjaga cinta?Ini bukan tentang kisah cinta biasa, bukan sekedar hubungan yang terpisah karena jarak. Namun, lebih daripada itu. Kamu akan dibawa kepada masa-masa penantian 2 tokoh utama, Langit dan Biru yang berjuang mempertahankan hubungan jar [...]

    14. Risa on said:

      Sulit untuk saya memahami apa yang ini disampaikan oleh penulis dari novelnya ini. Jujur saja saya memang dibuat bingung dengan alur yang melompat lompat dari cerita satu ke cerita lainnya. Saya baru memahami isi cerita ketika hampir sampai pada pertengahan buku (blame me). Malah saya malah sempat berhenti untuk membaca setelah beberapa halaman dikarenakan tidak begitu menyukai gaya bahasa yang dipakai oleh penulis. Namun akhirnya saya melanjutkan membaca novel ini hingga habis, dan well 3 binta [...]

    15. Hidya Nuralfi Mentari on said:

      "Kalau doa kepada Tuhan itu diamini dengan tulus oleh empat puluh orang saja, insya Allah akan diijabah kan?""Aku akan ngumpulin amin dari empat puluh orang, it sounds stupid, I know, but I'll do it.""It's gonna be fine in the end. If it's not fine, it is not the end.""Sebab, hanya Waktu sajalah yang tahu, berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu."Believe bercerita tentang Layla--or as we known as Biru--dan juga Langit. Sepasang sejoli yang berjuang meretas jarak dan waktu yang merentang antara [...]

    16. Iklima Bhakti on said:

      Believe—mengajarkan tentang percaya, bahwa suatu hari nanti akan ada saatnya bertemu pulang dan menjalin kisah yang sempat terputus oleh ruang dan waktu. Jika segalanya benar, maka semuanya akan berjalan sesuai harap dan doa yang selalu dikumandangkan.Believe—berkisah tentang Layla atau Biru dan Langit. Cerita tentang sebuah hubungan yang panjang, didekap waktu dan ruang yang panjang pula, tapi dari mereka sebuah pemahaman muncul, mereka masih dalam dimensi yang sama, usaha yang mereka tutur [...]

    17. Haqi Achmad on said:

      Buku ini unik. Tidak seperti cerita cinta LDR pada umumnya, Morra Quatro menyajikan cara bercerita yang unik di Believe. Cara bercerita yang memberi dua kemungkinan: disukai/tidak disukai.Saya memilih untuk menyukai cara bercerita Morra.Saya menghargai pilihan Morra. Saya suka bagaimana Morra membuat kepingan-kepingan cerita yang kemudian bergabung menjadi satu dan membuat sebuah keutuhan.Saya suka, tapi saya tidak sepenuhnya terikat dengan intens.Terlalu banyak tokoh. Terlalu banyak cerita. Ter [...]

    18. Fakhrisina Amalia on said:

      Ini adalah novel kedua Kak Morra yang aku baca setelah Forgiven. Kalau kemarin review yang aku bikin cuma sekedar "Aamiin", sekarang, setelah terlepas dari beban penelitian seminar dua aku tiba-tiba pengen membuat reviewnya 'sekali lagi' :)Believe menceritakan tentang Langit dan Layla (yang dipanggil langit dengan sebutan "Biru") yang harus menjalani hubungan jarak jauh dan kesulitan untuk bersama karena hal-hal lain yang digambarkan Kak Mo dengan sangat menggugah hati.Mereka mengumpulkan 40 aam [...]

    19. Falin on said:

      3.5 starsSejujurnya, buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya sebagai seorang fans dari karya-karya Morra Quatro. Saya sudah membaca ketiga bukunya. Saya sangat suka dua dari tiga buku yang telah saya baca. Saya mengira buku yang ini juga akan meninggalkan kesan yang sangat membekas seperti dua buku lain, tapi ternyata tidak.Saya tetap suka dengan gaya menulis Morra, tapi untuk buku yang ini saya kurang sreg dengan plotnya.Menurut pendapat pribadi saya, buku ini memiliki terlalu banyak karak [...]

    20. Marsya Yasin on said:

      Morra Quatro, menceritakan kisah sebuah LDR dengan sedikit berbeda.Menurut saya, novel ini lebih menceritakan ttg harapan2 sepasang kekasih yang terpisah jarak. Nggak terlalu menceritakan ttg bagaimana mereka berhubungan. Dengan begitu banyaknya ide yang bisa jadi sama, bagi saya bagaimana penulis menuliskan ceritanya menjadi salah satu parameter utama dari bagus atau nggaknya sebuah novel.Dan dengan cara bercerita mbak Morra untuk menunjukkan harapan2 sepasang kekasih ini u/ tetap bersama walau [...]

    21. Rizky Monita on said:

      Entahlah, tapi menurutku, buku ini yang paling kurang 'pas' dibanding buku Morra yang lain.Sebut saja saya sebagai Morraholics, atau Morralovers, atau PecintaMorra, karena saya selalu suka dengan hasil karya tulisnya. Tapi, tidak untuk buku ini.+1 untuk hasil riset Morra. Saya sangat bangga untuk itu.+1 untuk ceritanya. Ceritanya lumayan, meskipun sederhana; cerita tentang sepasang kekasih yang dipisahkan oleh rentangan jarak setengah lingkar bumi. Tapi, lumayan menarik, deh.+1 untuk covernya. S [...]

    22. Jessica Ravenski on said:

      Asik, akhirnya semua novel kak Morra udah ludes dibaca ^^ *tari tortor*.Sejak baca Notasi, aku memang begitu yakin untuk menempatkan nama kak Morra ke dalam list penulis favoritku. Lalu aku memutuskan untuk membaca Forgiven (yang menurutku merupakan buku yang nguras hati banget ya (?)). Kedua buku itu mempunyai karakter cowok yang. lovable, pokoknya tipikal idola banget deh.Untuk yang ini? Hmm, let's see.Buku ini sebenernya mengambil tema kecil yaitu LDR. Langit di Kairo dan Biru di Indonesia. M [...]

    23. Sisca Noviana on said:

      Last book to complete my Morra Quatro's collection. Yey!Well, buku ini jenis buku yang catch your attention from the first paragraph. Dari awal sekali bukunya sudah menceritakan tentang perpisahan. Berat dan bikin penasaran dari awal, seperti buku-buku Morra lainnya. Bukunya menceritakan perjuangan sepasang kekasih, Langit dan Biru/Layla yang harus LDR dan merahasiakan hubungan mereka dari orang tua. Mereka berusaha mengumpulkan 40 amin agar mereka bisa bersama. Manis dan menyentuh menurut saya. [...]

    24. Vy on said:

      Buku ini bercerita tentang percakapan hati dua kekasih yang saling berjauhan, percakapan itu tidak hanya tentang perasaan mereka tapi juga menyangkut kehidupan dan kisah cinta orang-orang di sekeliling kehidupan mereka. tentang kesetiaan, perbedaan, penantian dan cinta.Sebenarnya buku ini lumayan apik secara kisah cinta, tapi yang menjadi ganjalan , kenapa kisah ini harus membawa-bawa Institusi pesantren dan universitas Al Azhar? Apakah penulis tidak mengetahui bahwa dalam agama islam berpacaran [...]

    25. Febrianti Pratiwi on said:

      awalnya ngga berani beli buku ini, soalnya rating di ngga setinggi rating untuk novel morra quatro lainnya. (anaknya ngga mau take a risk, emang huhu)tapi habis baca, KOK NOVEL SEBAGUS INI RATING-NYA CUMA SEGITU?akkk, suka sekali sama ceritanya! walaupun endingnya ngga bikin baper kayak 3 novel yang sebelumnya, tapi akhirnya manisss!ini emang suka sama cara morra quatro bercerita, atau suka sama apapun tentang penulisnya, ngga tau juga. POKOKNYA BELIEVE BAGUSSS!kurang 1 bintang karena (mungkin [...]

    26. owleeya on said:

      "Karena memang seperti itu saat kita jatuh cinta pada seseorang. Memang untuk itu cinta dihadirkan di atas dunia. Kepada manusia--siapa pun itu--agar hal-hal terkecil dalam hidup tetap terasa indah dan kita terus bersyukur. Sekecil apa pun itu." - Hal. 104Terkadang, ada buku yang ditulis dengan indahnya yang membuat kita merasakan kata-kata yang tertulis itu di dalam hati, bukan sekadar mengucapkannya.Believe adalah salah satunya.Morra Quatro berhasil menulis buku dengan kata-kata yang indah tan [...]

    27. Titish A.K. on said:

      Buku Morra Quatro pertama yg saya baca. Konon Forgiven lebih bagus, tapi saya beli ini tentunya karena topiknya: LDR, huehehe.Premisnya menurut saya sangat menjanjikan: mengumpulkan sedikitnya 40 amin untuk kisah cinta Langit dan Biru (btw saya benci nama panggilan Layla yang berubah jadi Biru. Maksa bingit). Sayangnya kemudian cerita jadi terfokus pada orang-orang yang mengucapkan amin itu. Kisah Langit-Biru jadi keteteran. Di awal cerita saya pikir hubungan mereka memang sangat tidak direstui [...]

    28. Titah on said:

      Novelnya bagus Ringan, manis asik banget di baca sabtu pagi menjelang siang gini sambil ongkang2 kaki nungguin jarum jam bergerak mendekati jam buka puasa ditemani hujan di luar sana hahahaa asik banget ya sabtu saya3,5 bintang buat novel iniCaritanya tentang cinta yang menuntut perjuangan demi mempersatukan dua jiwa. Tentang keteguhan dan kesabaran serta kepercayaan agar jalannya tetap satu tujuanPaulo Coelho pernah bilang 'and when you want something, all the universe conspires in helping you [...]

    29. ayanapunya on said:

      Believe bercerita tentang cinta jarak jauh yang dijalani dua tokoh utamanya, Layla (yang biasa dipanggil Biru) dan Langit. Keduanya harus menjalani LDR karena Langit harus terbang ke Kairo untuk melanjutkan kuliahnya. Dalam masa penantian dan ketidakpastian akan masa depan hubungan mereka, baik Biru maupun Langit saling menguraikan cerita tentang orang-orang di sekitar mereka dan cinta yang mereka dapatkan. Langit bercerita tentang kisah cinta kakak-kakaknya, sedang Biru bercerita tentang bagaim [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *